Banner Atas

Pramuka SDN Ngangkrik Berlatih Teknik Penjernihan Air, Bagian Materi Survival

SLEMAN – Latihan rutin Pramuka SDN Ngangkrik, Sleman dilaksanakan setiap hari Selasa. Pada Selasa, 10 Februari 2026, kegiatan latihan diisi dengan praktik penjernihan air yang bertempat di halaman SDN Ngangkrik, Kabupaten Sleman.

Penjernihan air merupakan salah satu keterampilan penting dalam kegiatan kepramukaan, khususnya dalam latihan survival. Keterampilan ini mengajarkan anggota pramuka untuk mampu bertahan hidup dan bertanggung jawab ketika berada di alam terbuka.

Air bersih adalah kebutuhan utama manusia, sehingga pramuka perlu mengetahui cara menjernihkan air secara sederhana jika berada di lingkungan yang sulit mendapatkan air layak pakai.

Metode penjernihan air yang diajarkan pada latihan kali ini adalah menggunakan saringan sederhana. Bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan di sekitar, seperti botol bekas, pasir kering, kerikil kecil, arang, dan batu besar.

Langkah pertama adalah menyiapkan wadah saringan dari botol plastik yang telah dipotong bagian bawahnya. Setelah itu, bahan-bahan disusun secara berlapis.

Lapisan paling bawah diisi dengan batu besar, kemudian kerikil, pasir, dan arang. Susunan ini berfungsi untuk menyaring kotoran dari ukuran besar hingga kecil sehingga air menjadi lebih jernih.

Kegiatan diawali dengan penjelasan dari pembina mengenai tujuan latihan dan cara penyusunan bahan-bahan dengan benar. Pembina juga menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan serta bekerja sama dalam regu.

Setelah penjelasan selesai, para penggalang dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan saringan air.

Regu putri didampingi oleh pembina putri, Kak Fadhilah Ismiyatun Aunillah, S.Pd., sedangkan regu putra didampingi oleh pembina putra, Kak Kurniadi Rinawan, S.Pd. Para pembina dengan sabar membimbing setiap regu, membantu jika ada yang kesulitan, dan memastikan semua anggota berperan aktif dalam kegiatan.

Penggalang terlihat sangat antusias mengikuti latihan ini karena merupakan pengalaman pertama bagi mereka melakukan praktik penjernihan air secara langsung.

Mereka bekerja sama dengan baik, saling berbagi tugas, dan berdiskusi tentang cara menyusun lapisan saringan yang benar. Setelah selesai, setiap regu mencoba menuangkan air keruh ke dalam saringan yang telah dibuat. Mereka tampak kagum melihat perubahan air yang awalnya kotor menjadi lebih jernih.

Melalui kegiatan ini, para penggalang tidak hanya belajar keterampilan survival, tetapi juga belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Latihan ditutup dengan refleksi singkat dari pembina serta pesan untuk terus semangat belajar dan berlatih keterampilan kepramukaan lainnya.

Kegiatan latihan survival penjernihan air ini berjalan dengan tertib dan menyenangkan. Diharapkan keterampilan yang telah dipelajari dapat bermanfaat bagi para penggalang di masa mendatang.

Kak Fadhilah Ismiyatun

Posting Komentar

0 Komentar