Banner Atas

353 Penggalang Ikuti Jambore Ranting Godean 2026 : Belajar Edukasi Satwa hingga Mitigasi Bencana

SLEMAN — Sebanyak 353 Pramuka Penggalang yang berasal dari 15 Sekolah Dasar se-Kapanewon Godean berkumpul dan bersatu dalam perhelatan akbar Jambore Ranting (Jamran) Godean Tahun 2026.

Kegiatan perkemahan edukatif ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 30 hingga 31 Oktober 2026, bertempat di Bumi Perkemahan Gugur Gunung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman Kak Mustadi.

Rangkaian giat Jamran Godean 2026 dirancang sangat padat dan bervariasi. Tidak hanya menyajikan aktivitas perkemahan konvensional, panitia juga menghadirkan pembekalan edukasi terpadu berbasis kecakapan hidup (life skills), kepedulian lingkungan, kesiapsiagaan bencana, hingga ajang pentas kreativitas budaya.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejak pagi hingga sore hari, para peserta mendapatkan serangkaian materi praktis dari berbagai narasumber dan instansi mitra.

Bekerja sama dengan Langensari Animal Solution di lapangan upacara buper, para peserta diajak mengenal keberadaan dan habitat ular sebagai bagian penting dari ekosistem alami.

Kak Akhmad Jauhari dari Langensari Animal Solution menekankan pentingnya menjaga habitat ular untuk keseimbangan lingkungan.

"Kita perlu mengenal dan memahami satwa ini, bukan justru merusak habitatnya," tegasnya.

Kemudian bertempat di Pendopo 1 Buper, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Sleman memberikan wawasan serta simulasi praktik mitigasi bencana.

Kak Irfan Yulianto dari TAGANA Sleman menjelaskan bahwa potensi bahaya di sekitar dapat dikurangi melalui kesiapsiagaan.

Pelatihan ini dirancang untuk membiasakan peserta didik dengan budaya sadar bencana guna menjaga keselamatan diri dan lingkungan.

Selain itu, mengambil lokasi di tapak kemah putri, Saka Bhayangkara Seyegan membekali peserta dengan keterampilan mengendalikan potensi bahaya api.

Kak Huda dari Saka Bhayangkara Seyegan mengingatkan bahwa api dapat menjadi kawan saat dimanfaatkan dengan benar, namun menjadi lawan bila tak terkendali. Pembekalan ini diharapkan membentuk kesadaran peserta untuk selalu bersikap tanggap dan waspada.

Memasuki malam hari, suasana perkemahan semakin hangat dan khidmat melalui Upacara Api Unggun di area tapak kemah putri yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Panitia Jamran Godean, Kak Anis Safaat. Ia berpesan agar kobaran api unggun menjadi simbol semangat persatuan dan persaudaraan yang terus menyala dalam diri Pramuka Penggalang untuk belajar dan berkarya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Pentas Seni Budaya yang digelar di Pendopo 1. Sebanyak 15 pangkalan SD se-Kapanewon Godean tampil memukau menunjukkan bakat, kreativitas, dan kekompakan mereka di atas panggung.

Kak Handartiningsih selaku Seksi Kegiatan Panitia mengapresiasi keberanian para peserta, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka terbukti menjadi wadah yang efektif untuk mengasah potensi seni dan rasa percaya diri anak-anak.

Melalui perpaduan edukasi lapangan, simulasi kesiapsiagaan, serta penguatan mentalitas budaya ini, Jamran Godean 2026 sukses memberikan pengalaman yang utuh, bermakna, dan berkesan bagi seluruh Pramuka Penggalang Kapanewon Godean.

Tim Pewarta

Taufiq Andi
penulis
Kwarcab Sleman
editor

Posting Komentar

0 Komentar